Kita Berjalan Sesuai Dengan Perda

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Surabaya – Deklarasi Alih Fungsi Wisma dan Perempuan Harapan di Islamic Centre Surabaya (ICS) tadi malam, rupanya tidak mendapat perlawanan dari kalangan yang tidak setuju lokalisasi Dolly dan Jarak ditutup.

“Polisi yang berhak apabila tetap buka,” kata Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya. “Kalau untuk anak-anak, kita tangani secara khusus,” tambahnya.

“Saya tidak pernah meberikan Surat Keputusan (SK), mereka semua itu melanggar, kita bertindak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 1999, meski ada Prda tidak semudah itu, ini menyangkut manusia,” ungkapnya.

“Pekerja Seks Komersial (PSK) disana itu 99 persen bukan warga Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membeli semua wisma, karena lokasinya bercampur dengan rumah warga, itu sanga berbahaya bag anak-anak,” paparnya.

Risma menambahkan, dana yang sudah dipersiapkan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) diberikan toleransi selama 5 hari untuk mengambil dana tersebut. “Apabila tidak diambil, maka kita akan kembalikan ke Kemensos,” jelasnya.