Ketua Baru Diminta Segera Agendakan Dengar Pendapat

Tri Didik

Tri Didik

Surabaya – Pasca mundurnya Armuji sebagai Ketua Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Tri Didik Adiono terpilih dalam pemilihan diruang Ketua DPRD Surabaya.

Didik memperoleh 7 suara, sementara Adies Kadir mendapat 5 suara. “Masa bakti anggota DPRD tinggal beberapa bulan saja, saya harap, kebersamaan, komunikasi serta kekeluargaan tetap dijaga,” kata Alfan Khusaeri Wakil Ketua (Waket) Komisi A.

Masih kata Alfan, dalam sisa jabatan yang ditinggalkan ketua sebelumnya, ketua yang baru berkewajiban melanjutkan beberapa agenda seperti pembehasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang rencana pelepasan surat ijo serta kasus korban penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kalimas.

“Saya berharap, ke depan lebih baik dengan adanya ketua yang baru ini,” ingat Adies. Adies menambahkan, untuk ketua yang baru lebih banyak menggelar forum dengar pendapat, mendengarkan aspirasi masyarakat menyelesaikan tugas Panitia Khusus (Pansus) yang masih terbengkalai.

Adies meyampaikan, untuk posisi Ketua Badan Kehomatan (BK), agar ketua DPRD tidak memaksakan menggelar pemilihan ketua BK baru. Dengan sisa waktu yang relatif singkat ketua terpilih tidak akan memiliki pengaruh yang signifikan. “Kalau bisa silahkan digelar, kalau anggota BK sulit kumpul jangan dipaksakan,‚ÄĚ tegasnya.

Moch Machmud Ketua DPRD Surabaya menyatakan, pemilihan ketua Komisi A dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, pemilihan Ketua Komisi A kali ini selanjutnya akan dibawa ke rapat Badan Musyawarah (Banmus) untuk disetujui dan diumumkan dalam rapat paripurna.

Untuk jabatan Ketua Badan Legislasi (Banleg) yang saat ini masih dijabat Tri Didik Adiono, yang bersangkutan harus mengundurkan diri telebih dahulu sebelum disahkan menjadi ketua Komisi A. “Informasi yang saya dapat, hari ini beliau (Tri Didik) akan mengundurkan diri sebagai ketua Banleg,” jawabnya.