2 Capres Banyak Lakukan Pelanggaran

Panwaslu

Panwaslu

Surabaya – Pantia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Surabaya, telah menemukan mencapai ratusan pelanggaran selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 ini.

Wahyu Hariyadi Ketua Panwaslu Surabaya menyebutkan, berdasarkan catatan yang dimiliki Panwaslu tercatat ada 293 pelanggaran untuk pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Dengan rincian 156 pelanggaran oleh pasangan nomor 1 adalah Prabowo-Hatta, dan 137 dilakukan pasangan nomor 2 adalah Jokowi-JK.

“Kedua Tim Sukses sama-sama melakukan pelanggaran, itu termasuk pelanggaran pemasangan APK di tempat pendidikan, tempat ibadah hingga pemasangan APK yang dipaku di pohon,” terangnya.

“Sebenarnaya, data pelanggaran yang masuk ke kita juga bukan dari laporan warga, itu semua merupakan hasil temuan oleh Tim Panwaslu Surabaya,” jelasnya.

Bahkan Wahyu menyayangkan lemahnya kewenangan yang dimiliki Panwaslu dalam menindak pelanggar kampanye. Karena tidak adanya satupun pasal di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 16 tahun 2014 yang mengamanatkan lembaga tertentu dalam menindak pelanggaran kampanye.

“Saya bisa katakan PKPU nomor 16 tahun 2014 yang ada sekarang itu ambivalen,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, selama pelaksanaan kampanye pemilihan presiden setidaknya ada 293 pelanggaran. Ratusan pelanggaran itu hingga saat ini belum bisa ditindaklanjuti. Sebab baik KPU maupun Panwaslu sendiri tidak memiliki kewenangan menindak.