Dishub Akan Ajukan Raperda Ke Dewan

Irvan Wahyu Drajat

Irvan Wahyu Drajat

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menerapkan dengan sistem baru.

Kedepan Pemkot akan mengenakan tarif pada kendaraan yang nantinya melintas area yang dilalui angkutan massal cepat.

Irvan Wahyu Drajat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) mengatakan, bersamaan dengan pembangunan sistem angkutan massal.

Berupa trem termasuk trunk (sejenisbus) dan feeder (sejenis minivan) di beberapa kawasan.

Seperti jalan Darmo, jalan Urip Sumoharjo, jalan Basuki Rahmat, jalan Panglima Sudirman mauoun juga jalan Tunjungan.

Dishub sudah menyiapkan Traffic Demand Management, yakni manajeman pengendalian lalu lintas.

“Sebenarnya ada beberapa pilihan, skemanya bisa three in one, (plat nomor) ganjil genap, nisa jalan berbayar atau road prizing,” kata Irvan.

Masih kata Irvan, pembatasan penggunaan jalan dilakukan. Bilamana jumlah kendaraan yang melintas cukup pesat. Sementara, prasarana terbatas.

Tujuan pembatasan kendaraan pribadi yang melintas kawasan tertentu adalah supaya angkutan umum bisa berkelanjutan.

Karena targetnya adalah memindahkan pengguna angkutan pribadi ke angkutan massal atau umum.

“Di beberapa negara sebenarnya sudah lama diterapkan,” tambahnya. “Di Singapura sudah sejak tahun 1980-an,” paparnya.

Irvan mengungkapkan, Dishub Surabaya sudah menyelesaikan kajian manajemen pengedalian atau pembatasan perjalanan tersebut.

Dishub akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada tahun depan.