18 Diyakini Ilegal

Saifudin Zuhri

Saifudin Zuhri

Surabaya – Pasca lakukan inspeksi mendadak (sidak) Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Untuk wilayah di Jalan Mastrip saja, setidaknya ada 18 perusahaan dan pabrik yang ternyata ijinnya tidak sesuai, sudah mati, bahkan juga tidak memiliki izin sama sekali, seperti yang disampaikan Saifidudin Zuhri ketua Komisi C DPRD Surabaya. “Termasuk PT Waru Gunung yang memproduksi sepatu dan PT Suparma yang memproduksi kardus,” tambahnya.

Masih kata Saifuddin, luasan pabrik PT Suparma mencapai 26 hektar tapi yang terlapor hanya 18 hektar dan itu sudah mati sejak tahun 2011 lalu. Begitu juga dengan PT Waru Gunung yang luas sebenarnya 2,5 hektar tapi yang terlapor juga hanya setengahnya.

“Sebenarnya banyak potensi di Surabaya yang bisa digali dalam rangka meningkatkan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya, bukan hanya Rp (rupiah) 7,2 triliun,” unngkapnya.

“Kalau seluruhnya tertib bisa mencapai Rp 12 triluan rupiah, buktinya masih banyak temuan seperti itu, saya juga tidak tahu kenapa ada kesan pembiaran, saya berharap tidak dijadikan celah,” terangnya.

“Sebagai ketua komisi C, saya sudah meminta kepada seluruh anggota untuk mulai melakukan investigasi dan pencermatan terhadap keberadaan perusahaan dan pabrik di seluruh Kota Surabaya terkait perijinan pemanfaatan lahannya,” perintahnya.

Nama-nama perusahaan yang dianggap berstatus illegal

PT Sarimas Permai
PT Hilon
PT Alam Jaya Prima Nusa
PT Candi Mas
PT Bisma 1
PT Bisma 2
PT Siantar Maju
PT Cipta Alam Permai
PT Wahana Lestari
PT Suparma
PT Warugunung
PT Spindo
PT Kedawung Setra
PT Sekawan Inti Plast
PT Duta Cipta Permai
PT Bina Ilmu
PT Kemasan Lestari
PT Laban Raya Cakrawala