10 Desa Akan Pindah Ke Malaysia

Malaysia

Malaysia

Denpasar – Sekitar 10 desa di Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur (Prov Kaltim) akan bergabung dengan Negara Malaysia, membuat reaksi berbagai kalangan masyarakat.

Bahkan masyarakat menuding itu adalah murni kesalahan dari pemegang kebijakan negara Indonesia mulai dari pusat hingga daerah. “Punya rakyat tapi tidak diperhatikan, dasar tidak punya otak,” kata Putu.

“Mereka tidak mendapat fasilitas hingga perhatian dari para pemimpin negara yang dikatakan sebagai negara kaya, apa salah kalau mereka pindah ke negara lain, sedangkan disana ada kepastian akan nasibnya,” tambahnya.

“Manusia mana yang tidak jengkel, emosi, bahkan sangat marah, ketika minta kepada pemimpinnya namuan dianggap sebagai sampah,” ungkap Made.

“Pada dasarya, mereka itu hanya minta persamaan dengan daerah lain yang sudah maju, tidak lebih,” paparnya. “Jangan hanya daerah tertentu saja yang dibangun, di wilayah timur Indonesia masih sangat jauh berbeda, bahkan lebih miskin,” pintanya.

“Coba anda lihat mereka disana, sekarung beras saja degan berat 25 Kilogram (Kg) harganya Rp (rupiah) 600 ribu, sedangkan di jawa sekitar Rp 12 ribu, sangat jauh, kalau mereka teriak jangan salahkan mereka,” jelasnya.